Jualan Online Itu Ibarat Gula dan Semut

Saya ingin Anda coba untuk mengosongkan gelas Anda lebih dulu, jika Anda percaya bahwa teori yang sebelumnya Anda pelajari tentang jualan online itu benar. Maka saya ingin mengajak Anda untuk berpikir sesimpel mungkin agar Anda tidak terlalu ribet.

Saya sering bertemu orang dan berbicara masalah jualan online, kesannya ribet banget. Ternyata keribetan itulah yang dia jual. Ada juga beberapa orang yang kesannya teknikal banget, karena hal-hal teknis itulah yang dia jual.

Saya ingin mengajak Anda untuk berpikir simpel tapi berdasarkan fakta dilapangan. Sehingga Anda dapat membayangkan apa yang sebaiknya dan seharusnya Anda lakukan. Saya juga coba tidak menuliskan kata-kata yang menyulitkan Anda, namun Anda tetap bisa membayangkan apa yang dapat Anda lakukan.

Mari kita mulai pembahasan gula dan semut ini. Saya asumsikan semut adalah calon customer kita. Memang tidak apple to apple, antara semut dan manusia, akan tetapi ilustrasinya menurut saya mendekati.

Pertama, jika sebuah gula ditempatkan di area dekat dengan semut, maka semut itu akan berbondong-bodong datang dan berkumpul pada gula tersebut. Tapi tentu diawal tidak semua semut akan datang, Pasti lebih dulu yang datang adalah semut “pencari”. Semut pencari bisa kita asumsikan adalah “influencer”.

Gula itu sebagai apa sih? Disini gula kita asumsikan sebagai sebuah umpan yang manis, yang akan menarik semut untuk datang. Kalau dengan pemanis itu semua tidak datang maka kita butuh bantuan dari “influencer” untuk memberi tahu bahwa ditempat Anda ada gula.

Dari sini kita bisa ambil kesimpulan sederhana, ketika kita jualan. Maka harus ada yang namanya :

  1. Gula (Sesuatu yang manis dan menarik)
  2. Semut pencari (Influencer)

Gula, dalam praktek jualan online itu bisa berbagai macam hal, bentuknya bisa berupa penawaran gila (DISKON GILA), bisa berupa bentuk visual yang indah (Design yang bagus), bisa juga berupa informasi (informasi yang jarang orang tahu). Atau bisa juga bentuk dari sebuah solusi terhadap masalah, sama sih informasi juga. Dan saya yakin pemanis ini tidak hanyas sebatas yang saya contohkan.

Masih banyak gula manis lain dalam bentuk jualan online yang harus kita pikirkan, jika Anda bertanya kepada saya maka jujur, saya tidak bisa menjawab semuanya. Namun beberapa faktor ini adalah pemanis yang lumrah :

  1. Harga yang murah
  2. Produk yang langka
  3. Toko terlengkap
  4. Banyak hadiah (Give Away)
  5. Sumber informasi terbaik
  6. Dipakai oleh artis
  7. Terbukti Before-After
  8. Legalitas BPOM contohnya
  9. dll

Sudah saya katakan berkali-kali, bahwa pemanis itu gak hanya yang saya jelaskan diatas, Anda harus berpikir, kira-kira apa pemanis atau umpan yang bisa Anda gunakan untuk menarik minat semut datang ke toko Anda.

Baik penjelasan tentang gula sudah kita bahas, mari kita bahas semut “pencari”, kita semua tahu bukan, saat Ada gula, pada awalnya paling hanya beberapa semut yang datang. Lalu setelah semut itu pergi sebentar, datanglah kumpulan semut lain berbaris berjalan sesuai track nya.

Itu adalah efek dari semut pencari yang memberikan informasi, sehingga semut lain berbondong-bondong datang. Hubungannya dengan jualan online sudah saya jelaskan diatas. Semut pencari itu ibaratnya adalah Influencer. Mereka menyebarkan informasi ke lebih banyak orang.

Jika semut pencari itu audiencenya salah, misal dia semut pencari, tapi malah menyebarkan informasinya ke semut merah yang biasa ada di pohon, maka gula tadi bukan menjadi sesuatu yang menarik untuk semut merah. Karena bukan sesuatu yang semut merah inginkan atau butuhkan.

Sehingga relevansi target audience harus sesuai, jika tidak maka umpan kita menjadi tidak berguna.

Lalu pada saat kita iklan, itu seperti apa sih ilustrasinya. Sederhananya pada saat kita iklan, sebenarnya kita mendekatkan pemanis itu ke area dekat dengan semut. Lalu faktor apa yang menyebabkan semut itu tidak mau dengan pemanis atau umpan yang kita sajikan?

Penyebab utamanya adalah, mereka sudah menemukan pemanis lain yang lebih enak dibanding umpan yang kita berikan. Utamanya adalah itu. Nah itulah ilustrasi dari kompetitor namanya, Anda harus bisa membuat pemanis yang berbeda, unik dan lebih menarik dari yang dibuat oleh kompetitor.

Sesederhana itu sebenarnya .. jika kita ingin mengilustrasikan antara jualan online dengan gula dan semut.

Tapi jika kita breakdown dalam prakteknya tentu yang harus dipikirkan tidak hanya sebatas gula dan semut akan tetapi juga bagaimana caranya, gula Anda lebih baik dari gula ditempat lain. Bagaimana caranya mendekatkan gula tersebut ke pada para semut dan menggunakan jasa semut pencari untuk menyebarkan informasi kepada target yang tepat.

Dari ilustrasi ini, sejak 2015 yang selalu saya pikirkan ketika jualan online Adalah membuat “pemanis” yang mengundang semut untuk datang. Mulai dari konsep, bentuk, visual, story telling, cerita, konten, style, karakter. Bagi saya itu adalah part dari cara jualan untuk membuat pemanis itu menjadi lebih menarik.

Lalu memanfaatkan iklan untuk mendekatkan gula dengan semut, dan memanfaatkan atau membayar (semut pencari) influencer untuk memberikan informasi kepada semut lain. Dari sini harusnya proses berpikir Anda sudah terbayang. Bahwa gula adalah salah satu hal utama untuk kita bisa jualan online. Maksudnya bukan gula untuk bikin teh yah .. hehe

Masa gak ngerti sih ..

Mari kita lanjut membaca part 2, Yaitu Ilustrasi gula pada toples untuk jualan online

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *